Make your own free website on Tripod.com

Kita Sama Tahu

untuk apa kukatakan
sebab kita sama tahu

kita benci kesombongan
kita tak suka penindasan
kita menghindari permusuhan
kita menghargai hak asasi
kita menghargai jiwa ksatria
kita mendukung aktivitas
kita mendukung kreativitas

bahkan kita 'tahu'
mereka bijaksana

kita mungkin sama-sama bosan bicara dan mendengar

kita pilih kebaikan tuk jadi manusia sejati
kita pilih saling bantu karena kita sadari kemanusiaan
kita pilih saling menghargai karena kita sadari kemanusiaan

bahkan kita pilih kemenangan
karena sama-sama ingin mencapai puncak

kita mungkin terlampau bosan
atas segala kepura-puraan

padahal kita sama tahu

ingin bicara
namun kau tak mau dengar

ingin mendengar
namun kau tak mau bicara

mari sama-sama
kuncilah telinga
biarkan jiwa dipenuhi gengsi dan kesombongan
atau bijaksana karena takut tersaingi
atau tak saling bantu
karena tak ada nama kita di sana

untuk apa kukatakan
aku bosan bertanya
karena 'mereka' bukanlah manusia picik
ataukah ini yang mereka namakan 'kebijaksanaan'?
padahal nyatanya
idealisme dikebiri sendiri

sudahlah
jangan kau katakan hari ini milikmu
sebab esok hari masih milik kita
seperti juga kemarin
dan kita adalah milikNya

untuk apa kukatakan
kita sama tahu
kemenangan saat ini milik semua
dan kekalahan tiada arti
karena kita ikhlas

ayolah semua
buanglah segala pamrih
buanglah segala keangkuhan
buanglah segala kesombongan
buanglah segala kepura-puraan
karena semua justeru
akan menyakiti mereka

untuk apa kukatakan

aku tak ingin kau seperti mereka
yang pura-pura membantu
padahal ada pamrih
gengsi demi nama

aku pun tak ingin kau seperti mereka
pura-pura beri bimbingan
pada adik mereka
padahal jiwa diliputi ketakutan
pamrih
padahal pula mereka percaya padaNya

kini
mari sama-sama melangkah
mudah-mudahan cinta menerangi kita
mudah-mudahan cinta kian tertanam

untuk apa kukatakan
kita sama-sama tahu

untuk apa kukatakan
kita sama-sama bijak

namun mari sadari
bahwa itu semua
tidak sebaik
dari yang kita duga


Jayapura, 4 April 1993

Back to:
Index Karya 1989-95