Make your own free website on Tripod.com

Pesan Mereka,
(Pasti) Untuk Kita
(Kepada siapapun yang kelak memimpin negeri ini)

di gemuruhnya 'pesta' ini
aku sibuk mencari kawan
menyibak hati nurani

dan ribuan pesan bertaburan
tentang pekerjaan yang belum selesai

Terkejut aku!
ada 'wajah-wajah' mulai lupakan Tuhan
dalam 'ketidak sadaran'
padahal kita sama tahu

kita butuh Tuhan

bukan sekedar Puji Syukur
bukan sekedar doa-doa
juga bukan dalam 'pamrih'
tetapi di situ lah sumber kekuatan

dan kita sama tahu

pekerjaan tak kan selesai tanpa kekuatan
tanpa kita sama-sama melakukannya
tanpa campur tangan 'kawan'
bukan hanya berpangku tangan
dengan hamburan kata tak berarti
atau penjilatan yang memuakkan
dalam kelicikan dan kepengecutan
dari 'pribadi-pribadi beku'
yang 'campakkan hati nurani'

kini kawanku berjalan di atas ketinggian
yang kutahu, ia butuh kekuatan
dari kita, dari Tuhan
dan kuyakin, ia takut jadi 'mereka'

yang cuma tahu berkata dan melihat
tanpa cinta dan kasih sayang

padahal 'kami' butuh cinta 'mereka'
perhatian mereka
pembangkit semangat

agar tak cuma berpangku tangan
dan sia-siakan kekuatan dari Tuhan

kini lihatlah ke bawah
kawan-kawanku 'haus akan cinta'
dari 'para sahabat' di atas sana
dan aku tak ingin
lihat mereka dengan hati buta
dengar jeritan dengan hati beku

esok
langkah sudah terhitung setapak
dan kita inginkan 'perjalanan' ini
mulus hingga ke seberang tujuan
sebab sudah semestinya kita tahu

anak-anak punya kewajiban
orang tua punya kewajiban
dalam tanggung jawab bersama

hari ini dan mungkin selamanya
kesadaran adalah tanggung jawab kita
tentang perjuangan
pada pekerjaan yang mesti diselesaikan
untuk pembangunan desaku, kotaku, kawan-kawanku, kebudayaanku, alamku, Irian Jayaku, Indonesiaku, kehidupanku

Bangkitlah!

bukan sekedar panggilan
bukan sekedar semangat
bukan sekedar kata-kata usang

Sebab desaku, kotaku, kawan-kawanku, kebudayaanku, alamku, Irian Jayaku, Indonesiaku, kehidupanku

butuh kekuatanmu
demi tujuan bersama
dengan segenap ikhlas
dengan segenap pengorbanan
dengan segenap jiwa raga

tapi 'kami' tak ingin jadi korban
dari kesewenang-wenangan
akibat kepalsuan dan keserakahan!


Jayapura, 17-18 Juni 1993

Back to:
Index Karya 1989-95