Make your own free website on Tripod.com

Kepenyairan

Sosok seorang penyair adalah sosok yang penuh individualis. Keakuan dan kebebasan menjadi pegangan. Pengakuan bukan prinsip sehingga bukan merupakan kebutuhan, kecuali sekedar menampilkan pribadi. Sekedar menampilkan jati diri seorang penyair. Bahwa tiap manusia adalah individu yang bebas.

ZA. Mathikha Dewa hanya sekedar lahir sebagai seorang 'penyair internet'. Istilah ini dipakai untuk membedakan dengan penyair-penyair lain di belahan bumi manapun. Dan keberadaan ZA. Mathikha Dewa pun hanya muncul di dunia internet. Maka sebagai seorang penyair internet, ZA. Mathikha Dewa memiliki komitmen dan konsep dalam menerjemahkan diri sebagai seorang penyair internet. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa dunia internet itu penuh dengan 'kebebasan'. Dimana tiap pribadi pengakses, tak dibatasi dalam 'mengakses' page manapun yang diingini dan yang ada.

Mengapa dimunculkan istilah 'penyair internet' ini?

Karena sebagai pribadi yang individualis dan keakuan yang tinggi, maka seorang penyair memerlukan wadah. Dan ZA. Mathikha Dewa menganggap bahwa Media Internet merupakan media paling sesuai dengan 'kepenyairannya'. Untuk itu, 'seorang' ZA. Mathikha Dewa, merefleksikan kepenyairannya lewat Internet. Kesulitan seorang penyair yang utama yakni sosialisasi dengan masyarakat, dengan lingkungan sekitar, nyatanya membuat seorang ZA. Mathikha Dewa 'melahirkan' diri di dunia internet. Mencari dan menikmati suatu kebebasan.

Siapapun dapat mencaci. Dapat memaki. Bahkan dapat memuji karya-karya ZA. Mathikha Dewa yang ditampilkan di home page ini. Baik buruknya suatu karya, bagi ZA. Mathikha Dewa bukan merupakan patokan karena seorang penyair tak dapat menilai karyanya sendiri. Karena dalam berkarya, lebih didasarkan untuk menggali 'hati nurani' dan 'jati diri' penyair. Dan senantiasa berusaha meningkatkan 'ketajaman' dan 'kepekaan' kepenyairannya. Senantiasa pula meningkatkan kualitas kepenyairannya menurut versi sang penyair sendiri.

Oleh sebab itu, kepada pihak-pihak yang tidak suka dan tidak menyetujui keberadaan ZA. Mathikha Dewa, itu adalah kebebasan Anda. Karena yang paling utama bagi ZA. Mathikha Dewa adalah adanya wadah untuk menyalurkan 'kepenyairannya' yakni kepenyairan internet itu. Karena ZA. Mathikha Dewa mempunyai komitmen sendiri dan konsep sendiri tentang kepenyairannya sebagai 'penyair internet'.

Dalam kehidupan nyata, tak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia dituntut untuk dapat bersosialisasi yang bagi seorang penyair kadang justeru sebagai 'kekangan' dan membuat diri bagai 'dipenjara'. Maka media ini adalah tempat untuk melepaskan diri dari 'kekangan' dan 'penjara' kemasyarakatan itu. Meskipun dalam kehidupan nyata, mau tak mau seorang ZA. Mathikha Dewa pun harus bersosialisasi. Harus bermasyarakat. Harus melepaskan keakuan. Harus melepaskan individualismenya.

Inilah pertama kali dalam sejarah seorang penyair internet lahir. Semoga akan lebih banyak lagi penyair-penyair internet lainnya lahir.

19 September 1998.

ZA. Mathikha Dewa


halaman ini akan senantiasa 'diupdate' sampai 'merasa' menemukan format 'kepenyairan internet' yang dianggap sesuai.
Back to:
Top