Make your own free website on Tripod.com

ZA. Mathikha Dewa

Sosok

Secara realita, ZA. Mathikha Dewa (baca: zet a matika dewa -- red) sudah tidak mempunyai 'sosok lagi'. Ketiadaan sosok ini sesuai dengan komitmen dari ZA. Mathikha Dewa dalam berpuisi. Bahwa ZA. Mathikha Dewa semata seorang 'penyair internet'. Adapun kemunculan penyair ini dalam dunia internet secara 'fisik' adalah berkat bantuan dari Pengelola Home Page ini. Jadi kita tidak dapat berhubungan secara 'dunia nyata' dengan seorang ZA. Mathikha Dewa. Dan ZA. Mathikha Dewa sendiri "sudah tidak ingin menjalin persahabatan via email" dengan siapapun. Dan untuk itu pula ZA. Mathikha Dewa tidak bersedia diwawancarai, tidak bersedia pula tampil dalam dunia nyata. Kecuali sekedar 'tampil' dalam media internet ini. Inilah dunia ZA. Mathikha Dewa. Inilah wadah yang telah menjadi 'pilihan terakhir' ZA. Mathikha Dewa yang merupakan otoritas sang penyair internet ini. Yang tidak dapat diganggu gugat, termasuk oleh pengelola sendiri.

Biografi Singkat

ZA. Mathikha Dewa pada awalnya adalah seorang penyair yang sempat muncul dalam dunia nyata. Kepenyairannya dimulai pada tahun 1989. Yang merupakan masa Pencarian jati diri seorang penyair hingga sekarang ini yang 'telah' menemukan jati diri kepenyairan di dunia internet. Namun tetaplah ada fakta bahwa ZA. Mathikha Dewa lahir di Liwa, Lampung Barat, 22 Desember 1970. Berdarah 'Betawi' juga. Akhirnya mengundurkan diri dari dunia nyata pada 1995, kemudian lahir kembali ke dunia internet 19 September 1998 seperti yang dapat kita saksikan sekarang ini lewat situs penyair ZA. Mathikha Dewa Home Page, Penyair Internet.

Dalam dunia nyata puisi-puisi ZA. Mathikha Dewa sempat dimunculkan dalam berbagai kegiatan lokal, sempat pula dimunculkan dalam media massa semacam: Cenderawasih Pos dan Lampung Pos. Serta pernah pula dimunculkan di media pers mahasiswa Teknokra Universitas Lampung semasa aktif sebagai mahasiswa di Irian Jaya dalam aktivitas dunia nyata.

Pengelola Home Page adalah media bagi ZA. Mathikha Dewa untuk berhubungan dengan dunia nyata. Tapi jangan salah paham, karena dalam dunia nyata ZA. Mathikha Dewa bukanlah seorang penyair dan tidak ingin dipandang sebagai penyair. Sedangkan dalam dunia internet maka ZA. Mathikha Dewa adalah seorang penyair.

'Tak ingin lagi aku dalam bayang-bayangmu' kata salah satu syairnya yang ditujukan kepada sang fenomenal Chairil Anwar (dan sebenarnya juga ditujukan kepada penyair lainnya). Namun tentulah disadari bahwa level seorang ZA. Mathikha Dewa masih sangat jauh di bawah level seorang Chairil Anwar, WS. Rendra, serta penyair-penyair Indonesia lainnya. Perbedaan yang mendasar dan membedakan ZA. Mathikha Dewa dengan mereka adalah bahwa ZA. Mathikha Dewa merupakan seorang 'penyair internet'. Dan semata 'penyair internet'. Kiranya tidak ada kekeliruan soal kepenyairannya ini.

September 1998


Saran-saran untuk home page ini ditujukan kepada Pengelola.